Blognya si Tata, Si Gigikelinci


3 Comments

Iga Bakar Panglima

Kemarin malam (10/5/09), gue ngajak bokap untuk nyobain Iga Bakar deket perempatan Gandaria. Sedikit maksa sih, soalnya beliau selalu wanti-wanti ke gue jangan makan malam, soalnya makan malam adalah makan bersama musuh, sedangkan makan pagi dan makan siang masing-masing adalah makan dengan teman dan sahabat. Maksudnya beliau sih, makan pagi itu penting untuk mengawali hari, makan siang penting sekali karena kita masih butuh energi untuk hari itu dan makan malam adalah musuh karena kita cenderung gak ada kegiatan lagi setelah makan malam, tho? Tinggal molor sajah 😀 gak ngaruh juga sih, makan pagi atau makan siang juga bikin gue ngantuk, dan sukses tidur nyenyak kok :p

Anyway, si Iga Bakar ini sebelumnya udah direkomendasikan sama tante Dani Dharyani, dan salah satu temennya Dewagehu (gue gak pernah manggil dia pake nama asli, nih :P). Katanya sih maknyuuuusss…Tepatnya diperempatan lampu merah ke arah gandaria, kalo Taman Puring ada disebelah kiri dan sebelah kanan pom bensin, belok kiri.

Ditempat itu ada beberapa tempat makan, antara lain Bakso Paun, Mie Aceh, dan si Iga Bakar yang nyewa tempat disebuah rumah hook. Keknya dalamnya juga ada kantor. Begitu pelayannya dateng, sembari bolak-balik menu makanan, sang pelayan kita tanyain, kantor apaan sih ini? Dan dijawab, “Itu Pak, kantornya Peniros” 😯 ….. Aje gile, maksudnya Feni Rose tho? Pembawa acara Silet dan iklan perumahan daerah Pantai Indah Kapuk ituw. Lama banget dah mikirnya! 🙄

Karena disana kita emg mau makan Iga, jadi makanan lain udah gak diliat lagi menu tempat makan lainnya. Iga Bakar sendiri ada 3 pilihan saus; Original BBQ, Black Pepper dan Lemon Hot. Sebenernya favorit gue sih black pepper dan penasaran pula sama Lemon Hot, tapi inget-inget postingannya JalanSutra, kalo kita nyoba makanan baru kudu coba dulu rasa originalnya. So I chose Original BBQ dan pasangannya teh panas untuk menetralisir rasa, takut eneg.

Sembari nunggu, lirak lirik sana sini, di papan ada tulisan GADING BATAVIA, Food Promande Blok LC/99, Kelapa Gading (Samping Makro), telp. 4585 3405. ooh, ternyata ada cabangnya ya? Atau ini cabang Kelapa Gading?

Sekitar 5 menit kemudian, dateng deh pesanan gue : voila!

Iga Bakar Panglimabegini kurang lebih penampilannya

Ada tiga potong iga sapi yang berukuran lumayan, dipanggang, setelah sebelumnya direbus cukup lama nampaknya, soalnya cukup disenggol dikit sama garpu dagingnya udah rontok dari tulangnya. Empyuuuuuuk!! saos BBQ-nya gak gitu melimpah, tapi cukup (cukup membuat muka belepotan kalo berusaha emut-emut iga-nya :mrgreen:), meresap sampai ketulang-tulangnya. Disajikan sama kentang goreng yang renyah diluar, dan lembut didalam. Jagungnya direbus terus dikasih mentega, jadi gurih. Sayangnya, porsi gue agak gosong, huuh..

Seporsi iga bakar cukup membuat gue kenyang. Total kerusakan Rp 56.000, untuk iga bakarnya Rp 50.000/porsi, ditambah Rp 5.000 untuk kentang dan jagung, Rp 1.000 untuk teh panas. Not bad, lah…. cukup terjangkau.

Tapi mengingat iga bakar itu ludes, des, des..sampe diemut-emut tulangnya (seeett, gue serasa si doggie) nampaknya layak Iga Bakar Panglima ini disambangi lagi lain kali *mau cobain blackpepper dan lemonhot*


Leave a comment

Salah Kostum! (doh)

Hari ini edan!

Rencananya mau nonton, malah ‘diboyong’ sama Babe ke pameran otomotif. Outdoor pula.

Sebenernya gak papa sih. I’m a car enthusiast. Tapi karena udah siap dengan kostum pergi nonton Wolverine atau Watchmen di teater terdekat dengan rumah itu,  jadi bikin gak nyaman aja.

Bayangin aja. Udah pake jeans item, batik lengan panjang dan HIGH HEELS CANTIK BER BLINK-BLINK, ternyata High heels cantik berblink-blink itu nyaris rusak karena mendelep ditanah tempat pameran otomotif. Kaki sakit, udah mulai lecet. Setelah mulai keringet dingin, Alhamdulillah disana juga ada pameran perlengkapan outdoor. Dan aku menemukan sendal gunung yang cantik ini …

Selamatlah si high heels cantik ber blink-blink dan juga kakiku….

Gambar 1. Si High Heels Cantik Blink Blink yang nyaris rusak.

Gambar 2. Penyelamat hari itu; si Sandal Gunung nan perkasa.